Selasa, 10 April 2012

JADUL !!

hari yang indah memang selalu tidak terasa, ya itulah yang saya rasakan hari ini .. serasa ingin tersenyum selebar lebarnya dan lamaaaa. oke sekedar ingin berbagi kepada teman teman, tentang masa smp saya, kebetulan tadi mbuka foto2 jama smp saya daaannn wuiihh so cute wkwk #wueek


foto diatas ketika saya duduk dibangku kelas 8, ketika itu saya jadi ketua 2 osis *ngerti osis kan? . dan kegiatan diatas itu adalah MOS. heehee begitu juga yang dibawah ini 


kalo yang diatas ini waktu gabung sama bocah baru gedhe *tapi ok kecil amat? . sama kegiatanya, waktu mos jugaa. kesimpulanya dari smp nyampe sekarang aku itu aktifis *amiiinn. dan begitujuga besok2nya, akuselalu inginjadi aktifis karena itu sangat menyenangkaann

KENAPA GAK NYAMBUNG SIIIHHH!
sorry sebenernya gue lagi gendeng karena seperti yang gue bilang diatas, kalo hari ini menyenangkan sekaleee... hahahahaaa

Minggu, 08 April 2012

Repling with Scout Adi Dharma Sakti

Salam Pramuka! kakak adik-adik, hari ini kita sudah melaksanakan kegiatan yang memicu adrenalin, right? yaa kegiatanya adalah repling. apa itu repling? repling adalah sebuah kegiatan yang biasanya kita sebut turun tebing. tapi kali ini kita melakukan hanya dengan turun jembatan karena di kabupaten kebumen tebingnya jarang haha--
oke berikut laporan kegiatan kami yang diabadikan --

Ini dia, adik pertama kita,, TEGUH IMAM HIDAYAT!!weee dengan wajah cerianya dia berhasil menghilangkan ketegangan yang sempat ada ketika akan turun jembatan haha next---


Nah, kalo yang ini de Heni, dia peserta pertama putri yang berhasil turun jembatan, karna saking senangnya, di tengah perjalanan saat turun jembatan dia teriak teriak lho ckck
oke, biar gak banyak basa basi lagi stlh ini kita kasih rangkuman foto2 repling siang tadi :)




Dewan Ambalan Adi Dharma Sakti 2011/2012

 tidak hanya repling, namun materi kesehatan pun tak luput kita berikan kepada adik kita :D



oke, itulah sedikit review kegiatan hari ini bersama Scout Adi Dharma Sakti, Jayalah Ambalan Kita!

KEMBALI - Afgan

tak ku sangka kau di sana entah dengan siapa
semalam* sudah aku mencarimu
kasih sungguh aku tak tahu
dimana dimana oh kasihku

bila ada tutur kata yang tak kau terima
tapi mengapa kau harus begitu
teganya engkau pergi dariku
kembali kembali oh kasihku

ketika bersama merajut cinta
tertawa bahagia kita berdua
ku ingin kembali bertegur sapa
kasih jangan biarkan

kini hatiku hampa
sunyi sepi tanpa cinta

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


*aslinya sebulan, tak ganti karena berdasarkan pengalaman  :)


Ini nih lagu yang lagi hits dikuping saya, mungkin karna liriknya pas banget dengan suasana hati saya saat ini minggu, 8-4-2012. bagi temen2 yang pengn dengerin bisa download link dibawah ini :


Kembali - Afgan

Enjoy dengerinya ya :D

Kamis, 29 Maret 2012

Mendung


Mendung, seperti rindu tak bertuan
Mendung, seperti cinta yang terpendam
Mendung, seperti mata yang melihat cinta itu pergi beranjak
Mendung, seperti kesedihan yang menggumpal dalam raga
Mendung, hanyalah satu dari beribu kisah yang terukir dalam lembah kehidupan

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Ini gue kutip dari blognya si dinda, temen gue yang paling imut yang paling gendut dan yang suka kentuuut *jleb. gak pengin ngapa ngapain tapi cuma pengen ngobrol nih tentang puisi diatas. puisi ini bikin gue penasaran selama 7 hari 7 malam gak makan gak minum gak tidur, gak bo*er-- gilaa nyiksa banget-- terus, apa yag bikin penasaran? jadi tuh tentang maknanya coy, coba yuk kita telusuri makna setiap syairnya :

Mendung, seperti rindu tak bertuan
-rindu tak bertuan? emang rindu pembantu? dari kapan rindu udah nggak bertuan? berarti tuanya mati dong?

Mendung, seperti cinta yang terpendam
-setau gue, dan yang paling gue tau mayatlah yang terpendam. jadi cinta = mayat. "Mendung, seperti mayat yang terpendam" 

Mendung, seperti mata yang melihat cinta itu pergi beranjak
-gue gak habis pikir, kapan cinta punya kaki? kapan cinta bisa jalan? pergi beranjak seenaknya -,-

Mendung, seperti kesedihan yang menggumpal dalam raga
-kata guru biologi gue yaitu Bang Bams, yang menggumpal itu darah. bener gak? tapi kenapa yang disini malah kesedihan? harusnya tuh "mendung, seperti darah yang menggumpal dalam raga" cocok kan? 

Mendung, hanyalah satu dari beribu kisah yang terukir dalam lembah kehidupan
-ininih yang gue paling gak mudeng, kapan mendung jadi kisah? kapan mendung bisa terukir? bukanya patung yang bisa terukir? kenapa terukir dalam lembah? kenapa cobaa? kenapa gak di jalan, gak di WC? atau di sawah? bener bener gak habis pikir deeehh


oke itulah tadi pembahasan puisi dari seorang dinda ayu islami, sekali lagi dia temen gue yang paling imut, paling gendut dan yang suka kentut :p lalu, kita cari kesimpulan tentang puisi diatas yaituu ... mendungnya dinda macem macem haha 

Just For Fun Dindaaaa :p haha