Kamis, 29 Maret 2012

Mendung


Mendung, seperti rindu tak bertuan
Mendung, seperti cinta yang terpendam
Mendung, seperti mata yang melihat cinta itu pergi beranjak
Mendung, seperti kesedihan yang menggumpal dalam raga
Mendung, hanyalah satu dari beribu kisah yang terukir dalam lembah kehidupan

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Ini gue kutip dari blognya si dinda, temen gue yang paling imut yang paling gendut dan yang suka kentuuut *jleb. gak pengin ngapa ngapain tapi cuma pengen ngobrol nih tentang puisi diatas. puisi ini bikin gue penasaran selama 7 hari 7 malam gak makan gak minum gak tidur, gak bo*er-- gilaa nyiksa banget-- terus, apa yag bikin penasaran? jadi tuh tentang maknanya coy, coba yuk kita telusuri makna setiap syairnya :

Mendung, seperti rindu tak bertuan
-rindu tak bertuan? emang rindu pembantu? dari kapan rindu udah nggak bertuan? berarti tuanya mati dong?

Mendung, seperti cinta yang terpendam
-setau gue, dan yang paling gue tau mayatlah yang terpendam. jadi cinta = mayat. "Mendung, seperti mayat yang terpendam" 

Mendung, seperti mata yang melihat cinta itu pergi beranjak
-gue gak habis pikir, kapan cinta punya kaki? kapan cinta bisa jalan? pergi beranjak seenaknya -,-

Mendung, seperti kesedihan yang menggumpal dalam raga
-kata guru biologi gue yaitu Bang Bams, yang menggumpal itu darah. bener gak? tapi kenapa yang disini malah kesedihan? harusnya tuh "mendung, seperti darah yang menggumpal dalam raga" cocok kan? 

Mendung, hanyalah satu dari beribu kisah yang terukir dalam lembah kehidupan
-ininih yang gue paling gak mudeng, kapan mendung jadi kisah? kapan mendung bisa terukir? bukanya patung yang bisa terukir? kenapa terukir dalam lembah? kenapa cobaa? kenapa gak di jalan, gak di WC? atau di sawah? bener bener gak habis pikir deeehh


oke itulah tadi pembahasan puisi dari seorang dinda ayu islami, sekali lagi dia temen gue yang paling imut, paling gendut dan yang suka kentut :p lalu, kita cari kesimpulan tentang puisi diatas yaituu ... mendungnya dinda macem macem haha 

Just For Fun Dindaaaa :p haha

1 komentar: